Minggu, 23 Februari 2014

Agroteknologi membahas Pertanian Organik

Agroteknologi membahas Pertanian Organik
Agroteknologi membahas Pertanian Organik
Agroteknologi membahas Pertanian Organik - Salam Peranian Jaya.....

Baiklah masih berkaitan tentang keagroteknologian yang mana disini saya Nolly Hummam Wijaya akan sedikit mungulas tentang pertanian organik.

Sejarah Pertanian Indonesia
Ketika berbicara pertanian organik konteksnya adalah system pertanian yang dilakukan beribu ribu tahun lalu yang dilakukan secara alami sehingga tanah di Indonesia disebut tanah yang paling subur.
Akan tetapi seiring berjalannya waktu tepatnya setelah adanya revolusi hijau, pertanian Indonesia mulai berubah petani mulai bergantung pada pupuk anorganik dan pestisida yang berdampak negative pada lingkungan dan manusia itu sendiri. Oleh sebab itu gerakan pertanian organic muncul sebagai gerakan oposisi terhadap teknologi revolusi hijau.
Kandungan Bahan organik dalam tanah
Salah satu dampak Revolusi Hijau adalah menurunnya bahan organik dalam tanah yang mengakibatkan tanah menjadi miskin. Kandungan bahan bahan organik di Indonesia saat ini < 2 % padahal tanah yang sehat idelanya memiliki kandungan bahan organik tinggi sebesar 5 % dan seharusnya permintaan pupuk organik menjadi banyak akan tetapi pada realitanya petani sudah bergantung pada pupuk anorganik dan pestisida kimia karena petani sekarang ini lebih suka yang instant daripada kepentingan jangka panjang panjang. Memang respon pupuk organik lambat karena kandungan unsur haranya sedikit, berbeda dengan pupuk anorganik yang memiliki respon yang cepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Pemakaian pupuk anorganik secara terus menerus dapat berdampak pada lingkungan seperti mudah terjadinya erosi, menurunnya permeabilitas tanah, menurunnya populasi mikroba dll. Upaya dalam peningkatan bahan organic tanah adalah dengan pengaplikasian pupuk organik. Pupuk organik adalah pupuk yang terbuat yang terbuat dari bahan-bahan alami yang berfungsi untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.
Pupuk Organik
Sebenarnya saat ini banyak petani yang sudah mulai beralih pada pupuk organik akan tetapi tidak bisa sepenuhnya menggunakan pupuk organik, yaitu dengan mengkombinasikan dengan pupuk anorganik yang diharapkan dapat mengefisiensi pupuk anorganik. Pupuk organik dapat di buat dari kotoran hewan, sampah, jerami padi, dll. Saat ini sudah banyak inovasi pupuk organik kandungan unsur haranya hampir menyamai kandungan unsur hara pupuk anorganik yang diharapkan dapat meningkatkan kesuburan tanah, dan menggeser popularitas pupuk anorganik.
Kondisi Pertanian Di Karawang
Karawang merupakan lumbung pangan nasional karawang berkontribusi besar dalam memenuhi kebutuhan beras nasional hampir 25% dari seluruh kebutuhan nasional. Akan tetapi pola budidaya pertanian di karawang hampir semua petaninya masih bergantung kepada pupuk anorganik, dan yang paling menyedihkan sumber irigasinya berasal dari sungai yang termasuk dalam salah satu sungai terkotor di dunia yang bisa di bilang mustahil untuk murni organik. Dan juga petani di karawang sudah bergantung pada pestisida kimia yang harganya sekarang sudah sangat mahal bahkan penjual pestisida kimia banyak yang memberikan hutang kepada petani yang dibayar setelah panen. Secara tidak langsung hal tersebut membuat sebuah ikatan, hal tersebut merupakan marketing penjualan pestisida kimia. Sehingga karawang sulit untuk beralih ke organik.
saat ini kita membahas sekian dulu ingin tahu kelanjutan serta keagroteknologian tetap ikui perkembangan blog ini.......
sumber:
  • Bale Pare Pertanian Organik
  • Dinas Pertanian Karawang
  • Akademisi UNSIKA






Tidak ada komentar:

Posting Komentar